Senin, 30 Maret 2015

buletin

Buletin Edisi No. 10: April 2015
BTM AMMAN
Kalam Iftitah :
Manajemen Stress
Hidup kita saat ini dikepung banyak penyebab stress, alias stressor. Bisa apa saja: HP, TV, teman, orang-tua, keterbatasan diri menjadi stressor bila kita salah cara melihat dan mengelolanya. Ah, masak? Di tengah zaman bergegas saat ini, di tengah cepat perubahan yang menerpa setiap sisi-bidang kehidupan, sungguh pola hidup lama kita akan diuji, direvisi-diperbaiki bahkan digantikan. Hidup lepas tanpa tekanan sama sekali sungguh tidak lagi mudah. Kini hidup tidak bisa mengelak dari tekanan. Hidup bersama stress. Munculllah kemudian manajemen stress, bagaimana tetap hidup lurus-benar meski tertekan stress. Pilihannya hanya dua. Milih stress-positif, stress yang kita maui, kita ukur, kita target tercapainya sebab kita kendalikan. Atau kalau tidak milih stress-positif begitu justru akan menjadi positif-stress alias stress-negatif, stress yang tidak terkendali, stress yang tanpa mampu kita kuasai diri lagi. Tidak mau, kan?
Mari kita cermati sekilas lingkungan kita. Seorang nenek-nenek tak mungkin lepas dari masalah hidupnya. Bila nenek yang bukan hafizah ini berniat dalam sebulan ke depan mampu hafal satu surat yakni QS al-A’la, maka hampir pasti nenek itu stress-positif dalam sebulan ke depan karena serius meraih harapannya. Inilah stress-positif yang dia maui, dia kendalikan, dia pilih, dia targetkan dan dia ukur mampu meraihnya. Tercapai itulah prestasinya. Manakala dia ingin hafal surat tersebut tetapi tidak berusaha serius meraihnya ya nenek itu hanya akan menyesal di kemudian hari. Bila rasa sesal itu berlebihan, apalagi hingga keterusan dan depresi, maka itulah stress-negatif alias positif-stress yang awalnya tak dia kehendaki. Sementara masalah hidupnya masih akan terus saja ada dan dia selalu harus mengatasinya.
Begitu pula mahasiswa kuliah di kampus. Bila ia punya target empat tahun sarjana dengan minimal IPK 3,51 dan bersungguh-sungguh untuk meraihnya maka itulah stress-positif, stress yang disengaja agar naik kualitasnya, stress yang terjadi karena adanya jarak antara yang ada sekarang dengan yang dimaui. Sewaktu-waktu muncul masalah dalam mewujudkannya itu dengan sigap diatasinya sekuat-kemampuan. Begitu empat tahun berikutnya predikat sarjana disandang dengan kualifikasi cum-laude, maka itulah hasil stress-positifnya. Bukankah tidak sedikit mahasiswa yang positif-stress karena terkatung-katung bahkan tak lulus karena tidak sedia stress-positif begitu?
Inilah manajemen pilihan di zaman penuh persaingan. Ya, hidup kita saat ini jika keadaan stress tidak lagi terhindarkan, maka terima saja hal itu sebagai kenyataan hidup, lantas pilih stress-positif daripada akan terpilihkan yang positif-stress. Bismilah. La haula wala quwata illa bi Allah.
Nukilan Tarikh
Debar Ibunda Musa
                Peti bayi kecil di tengah Sungai Nil. Pahit getir hati ibunda Musa mengiringinya. Penuh debar. Namun ini jelas bisikan wahyu Allah (QS al-Qashash [28]: 7). Kakak perempuannya pun diminta untuk mengikuti guna pastikan bayi Musa tetap hidup namun dari jauh tanpa dicurigai penguasa. Peti itu bergerak pelan mengikuti aliran air namun justru ke arah istana Firaun, pusat kekuasaan zalim yang menyembelihi setiap bayi lelaki yang dijumpai! Takut dan sedih dirasakan sang ibunda tapi itulah hal yang dilarang karena ada janji-Nya untuk dikembalikan kepadanya bahkan akan dijadikan-Nya sebagai rasulullah.
                Benarlah peti bayi itu berhenti di istana Firaun, dipungut oleh keluarga lalim itu tapi eloknya sang permaisuri jatuh-hati pada bayi Musa! Nyaris ibunda Musa membuka rahasia karena tiba-tiba kalbunya tersergap rasa kosong-hati. Aneh pula bayi Musa enggan disusui siapapun. Atas kehendak permaisuri ditunjuklah pemelihara yang tepat dan kembalilah bayi Musa kepada ibundanya. Sungguh janji Allah itu benar. Inilah hal yang dimuat QS al-Qashash [28]: 4-13 secara lengkap.
                Firaun tipe penguasa-penindas yang zalim hingga di luar batas. Seluruh rakyat Mesir ketakutan. Maka Allah menjanjikan bakal munculnya pemimpin-kuat dari kaum tertindas itu. Pemimpin kuat yang akan melawan Firaun, Haman dan juga Qarun. Itulah kehendak Allah Tuhan yang kemudian bertitah kepada ibunda Musa seperti alur pada ayat 7 di atas. Ayat ketujuh yang amat unik karena nyata-nyata memuat dua berita, dua perintah, dua larangan serta dua kabar-gembira yang terjalin-berkelindan indah. Kisah ini termuat juga pada QS Thaha [19]: 37-40.
                Itulah ayat-tanda bahwa Allah selalu menyertai nabi-Nya semenjak awal hidupnya. Termasuk dengan menyelamatkan yang bersangkutan dari segala bahaya yang mengancamnya. Ujian-cobaan yang menyertai perjalanan seseorang justru sesungguhnya mengarahkan jiwa, menguatkan iman serta meninggikan derajat. Itulah peran ibunda Musa.
Ayat Unik :
Bangun Malam
¨bÎ) spy¥Ï©$tR È@ø©9$# }Ïd x©r& $\«ôÛur ãPuqø%r&ur ¸xÏ% ÇÏÈ
Sesungguhnya bangun di waktu malam dia [secara khusus] lebih berat [kesulitannya atau lebih mantab persesuaiannya dengan kalbu sehingga dapat melahirkan kekhusyukan yang lebih besar dibandingkan di siang hari] dan bacaan di waktu itu lebih berkesan [serta lebih mudah dipahami dan dihayati] (QS al-Muzzammil [73]: 6)
Hadits Inspiratif
Muslim yang Bagaimanakah?
Abu Musa r.a. berkata, “Para sahabat bertanya, ‘Wahai Rasulullah, muslim yang bagaimanakah yang lebih utama?’ Beliau menjawab, ‘Seseorang yang orang-orang Islam lain selamat dari lidah dan tangannya’” (Shahih Imam Bukhari, hlm. 25)
Nukilan Ajaran:
Menikah atau Berpuasa?
Oleh : Muhammad Nasirudin
Tidak ada lagi alasan bagi pengikut Nabi Muhammad SAW yang sudah dewasa, sehat dan berkemampuan untuk tidak menikah. Ke(tidak)mampuan ekonomi tidak benar dijadikan kendala utama ataupun momok karena setiap makhluk yang melata di bumi ini bakal mendapatkan jaminan rezeqinya dari Allah SWT (QS Hud [11]: 6). Bila soal belum bertemunya calon yang cocok maka berkonsultasilah dengan pihak yang tahu dan berkemampuan untuk membantu hal itu atau carilah sendiri seteliti mungkin; namun pastilah sosok yang sempurna dan ideal tidak akan pernah ada.
Berani untuk menikah sungguh merupakan penanda seseorang siap hidup sesuai dan mengikuti sunnah Rasulullah SAW. Orang yang tiada ingin menikah dan tidak berusaha untuk menikah merupakan salah satu penanda tiadanya keinginan mengikuti sunnah Nabi SAW itu. Adakah hal ini menyangkut juga keber-Islamannya secara umum? Wallahu a’lam bis sawab. Tetapi yang jelas dan tegas adalah perlunya terbit keinginan untuk menikah itu di hati setiap pengikut Nabi. Proses untuk sampai pada pernikahan sendiri sungguh panjang tidak sederhana karena dibangun oleh kesepakatan kedua belah pihak; bahkan oleh dua keluarga besar dari masing-masing: pihak lelaki dan pihak perempuan. Nyatanya juga tidak setiap rencana pernikahan sampai di pelaminan; apalagi kelestariannya. Oleh karena itu niat untuk menikah harus dimiliki oleh setiap pengikut Nabi terlepas menikahnya bisa terwujud ataupun tidak, sekarang atau nanti.
Metode untuk menjaga niat dan untuk menguatkan kemauan menikah itu tepat telak seperti anjuran Nabi: berpuasa. Insya Allah dengan berpuasa (sunnah) tersebut maka akan intensif proses realisasi keinginan menikah itu karena terjaganya kemauan juga lurusnya niat serta selarasnya kepribadian dengan jernihnya pemikiran sehingga insya Allah berujung pada optimalnya hasil dan persiapan pernikahan. Sebab selain niat dan rencana yang matang memang diperlukan pula usaha yang sungguh-sungguh untuk berhasil atau tercapainya pernikahan itu.
Keasyikan berkarier, keenakan berandai-andai dan berkhayal ataupun kesibukan beramal sendirian jangan sampai melalaikan apalagi menyurutkan niat untuk menikah. Sering terjadi makin bertambahnya usia seseorang akan makin ragu untuk menikah; semakin tidak berani mengambil risiko untuk hidup berkeluarga dengan calon pasangannya. Tentu saja kecenderungan itu harus dilawan dan dikalahkan. Lingkungan dan zaman kita yang tampak makin permisif serta serbuan pornografi-pornoaksi yang makin menggila hendaknya bisa dibaca dan digunakan sebagai pengingat atau penguat bagi makin perlunya menikah.
Belum juga menikah? Berpuasalah: Puasa Dawud, Senin-Kamis atau Puasa Putih, sesuai pilihan kemampuan dan tingkat kebutuhan kita. Jika sudah dewasa dan masih lajang (jomblo) koq tidak berpuasa maka patut diragukan ketaatannya pada ajaran dan sunnah Nabi Muhammad SAW itu. Siapa sih sesungguhnya panutan kita jika bukan kepada figur teladan pembawa rahmat bagi segenap alam itu? Bukankah bila terdapat dua pilihan maka biasanya akan kita pilih mana yang lebih nyaman lagi menantang? Mending pilih menikah daripada terus berpuasa, kan?
Hidup dengan menikah sabda Nabi Muhammad SAW setara amalkan separuh agama. Bismillah, Insya Allah. Kita amalkan itu.
Lima Kata Bijak :
·         Jalan menuju keberhasilan penuh dengan wanita-wanita yang mendorong maju suaminya (Lord Thomas Robert Dewar)
·         Setiap orang adalah arsitek dari kehidupannya sendiri (Sallust)
·         Hukum dihargai bukan karena ia dalah hukum, tetapi karena ia mengandung keadilan (Anonim)
·         Jalan terbaik untuk membatalkan UU yang buruk adalah menjalankan UU itu dengan keras (Abraham Lincoln)
·         Ibu bukan seseorang tempat untuk bergantung, tetapi seseorang untuk membuat bahwa bergantung itu tidak perlu (Dorothy C. Fisher)
Silaturahmi Warga
LAHIR:
  • Hezarfan Sultan Alfatih Mahdi al-Fariqi, anak ke-1 dari pasangan Mahdi Fariq (Guru SDM Gunungpring Muntilan) dan Roifah di Muntilan, 11 Februari 2015
MENIKAH:
  • Zulin Purbiyanti binti H. Zulal Hadi Sunarto-Hj.Siti Aminah (Sesepuh PCM Borobudur) dengan Amri Fatah bin Chabib-Latifatul Muniroh Muntilan pada hari Ahad, 5 April 2015 di Masjid Darul Ulum, Borobudur.
MENINGGAL:
  • Ibu Aminah Kasan, 83 tahun, ibunda Drs. Dalhari (Wakil Ketua PCM Ngluwar), pada hari Kamis, 26 Februari 2015 di Jamus Kauman, Ngluwar
  • Bapak H. Fanan Efendi, B.A, 78 tahun, (mantan guru dpk SMA Muhammadiyah I Muntilan), pada hari Rabu, 4 Maret 2015 di Citran, Paremono, Mungkid.
  • Bapak Sarmin, 73 tahun, mertua Ustadz Thohir Ridwan (Majelis Tabligh PCM Muntilan) pada hari Sabtu, 14 Maret 2015, di Patosan, Sedayu, Muntilan.
  • Ibu Dra. Hadifah, 50 tahun, isteri Drs. H. Agus Santosa, M.Ag (Dikdasmen PDM dan Pleno PCM Mungkid), pada hari Senin, 23 Maret 2015 di Batikan, Pabelan, Mungkid.
PRESTASI :
·         
Dinamika Kita:
·        MUSDA PDPM
·        RAT BTM AMMAN
Sesuai harapan Alhamdulillah Rapat Anggota Tahunan (RAT) KJKS BTM AMMAN dihadiri oleh lebih dari 85 orang anggota dan undangan. Ada yang menyebut hal itu karena faktor waktu yang tepat, gasik, Sabtu 7 Maret 2015. Ada pula yang menyebut soal tempat karena di RM Progosari Mungkid. Yang terang format dan aura RAT berisikan Laporan Usaha tahun 2014 dan Rencana Usaha tahun 2015 ini dibuat dengan standar BTM sampai pada sistematika dan form laporan keuangannya. “Standar BTM kita terapkan sepenuhnya termasuk untuk RAT mulai saat ini. Semoga hal ini mampu menambah kepercayaan publik kepada lembaga,” kata Drs.H. Nuredi Pratiknya, Sekretaris Pengurus. Hadir lengkap unsur di RAT tersebut dari Pusat BTM Jateng (Drs.H. Achmad Su’ud, M.Si), Kemenkop (H.Ali Masykur, SE), PDM (Dr.H. Bambang Surendro, MT,MA), selain tentu Pengurus, Pengawas, dan Anggota. Hasil RAT sehari itu di antaranya adalah (i) Menetapkan kenaikan persentase untuk Anggota 40% SHU, dan (ii) Terhitung mulai Januari 2013 Simpanan Wajib dinaikkan menjadi Rp 100.000,- (iii) Menyetujui dan menetapkan rencana usaha seperti dituliskan dalam draf RAT.
·        BUSYRO MUQODAS DI PDM
Baru kali ini Dr.H.M.Busyro Muqodas, SH,M.Hum hadir di Aula PDM Kabupaten Magelang. Kehadirannya difasilitasi Majelis Pendidikan Kader (MPK) PDM dengan format acara Ideopolitor Diskusi Jelang Muktamar Rabu Legi putaran ke-7, Rabu 11 Maret 2015 pukul 13.00-16.00 WIB. Magnetnya amatlah kuat hingga hadirin datang membludag. Kursi disediakan panitia 150 buah tapi yang duduk-lesehan dan yang berdiri juga amat banyak. Ini format pengajian tapi pastilah tidak bisa tidak, karakter beliau tentu membicarakan politik Indonesia saat ini. “Politik itu jangan dibenci, tapi juga jangan mudah masuk politik,” kata mantan Ketua KPK itu. Muhammadiyah haruslah tegas berdiri di depan semua parpol lantas mengajak masyarakat untuk berpikir bersama, saran tambahan mantan Ketua PRM Nitikan Umbulharjo Jogja tersebut. Kita memang harus tegar dan hidup lurus dengan arah-orientasi ke akhirat yang perlu dikuatkan oleh ayat-ayat hiburan seperti pada QS as-Syuara [26]: 83-84-85, jelas beliau sambil menutup pengajian-ceramahnya.
·        Ultah PAUD Insan Rabbani
Bimbingan KBIH Amanah
Angkatan ke-11 bimbingan ibadah haji Amanah sudah dimulai. Saat ini bimbingan sudah masuk tahap rutin konsolidasi plus praktik sejak 1 Februari lalu. Tercatat pada hari Ahad Legi, 1 Februari 2015 lebih dari 80 orang calon haji 2015 menghadiri kegiatan pra-Manasik KBIH Amanah di Aula PDM. Kegiatan yang diisi oleh Dr.H.Bambang Surendro, MT,MA (Profil KBIH Amanah) dan Kiai Haji Zen Fanani (Pengajian Haji) itu mengundang segenap pihak yang sejalan untuk diajak bergabung, tidak lagi terbatas pada aktivis persyarikatan. Kita berupaya maksimal menjalani ibadah haji seperti yang dituntunkan Kanjeng Nabi Muhammad SAW dalam dua kali berhaji selama hidup beliau. “Alhamdulillah kita dapatkan banyak kemudahan dalam melakukan ibadah pada hari Tarwiyah mabit di Mina. Insya Allah dan semoga di tahun 2015 ini juga akan demikian halnya,” jelas H. Kadhori, S.Pd dari pengelola KBIH Amanah. Kemudian untuk memudahkan para peserta bimbingan membayar angsuran ataupun ber-ZIS maka dibukalah Kantor Kas Pembantu BTM AMMAN di gedung PDM terhitung mulai 1 April 2015 ini. Dibuka sesuai dengan tingkat kebutuhan jamaah, khususnya calon-haji.
·        Baitul Arqom Guru
Momentum hari libur di akhir pekan dimanfaatkan oleh Majelis Pendidikan Kader (MPK) untuk menggelar acara Baitul Arqom (BA) bagi guru SMK-SMA. Pelatihan yang berlangsung 20-22 Maret 2015 di Pesantren Kauman Muntilan itu diikuti oleh 37 orang guru. Mereka selain mendapatkan materi ke-Islaman, materi ke-Muhammadiyahan, materi Pengembangan Wawasan juga ada penguatan mental lewat kegiatan out-bond dan orientasi lingkungan. “Alhamdulillah pelatihan ini berjalan lancar. Kini kita sedang menyiapkan tindak-lanjut pembinaan pasca-BA tentu dengan melibatkan Majelis Dikdasmen selaku pemilik sekolah,” kata Sukanto, S.Pd, dari pengurus MPK. Hingga saat ini BA dua pola, ada sekolah yang mengadakan BA secara mandiri selain ada kegiatan BA reguler seperti acara kali ini. Ke depan tampaknya perlu diadakan Workshop Perkaderan karena makin urgennya kader baik bagi AUM maupun bagi persyarikatan sehingga terjadi pemetaan-ulang secara menyeluruh dan pemahaman kembali mengenai pola ideal perkaderan di Kabupaten Magelang ini.
·        Musywil IPM di Borobudur

·        FGD BTM AMMAN

Tidak ada komentar:

Posting Komentar