Rabu, 27 November 2013

Kisah-kisah dalam Al-Quran



Sepotong Debar Keibuan
Pelengkap Ringkas QS al-Qasas [28]: 1-13 dan Thaha 37-40

          Kisah hanya singkat dari melahirkan bayi hingga menyusuinya. Namun itu penggalan waktu yang penting-menentukan bagi perjalanan hidup panjang berikutnya. Situasi yang penuh risiko dan keadaan yang mencekam penuh ancaman menjadi latar dominan kisah ini. Alur berjalan lambat, penuh suspense bahkan berliku dan mendebarkan hati. Ya, ini sepotong kisah ibunda Nabi Musa AS dengan episode terbaiknya ketika harus menyelamatkan bayinya dari kejaran dan kekejaman Firaun.
          Firaun itu penguasa yang telah kehilangan perikemanusiaannya, peneror, perusak, pemburu bayi dan penyembelih bayi lelaki secara sadis. Seluruh rakyat Mesir menjadi ketakutan. Di mana pun tidak ada tempat yang aman atau bebas dari ancaman, kecuali justru di istana Firaun sendiri! Inilah ayat hebat dan unik yang memuat 2 berita, 2 perintah, 2 larangan dan 2 penggembiraan soal itu.
!$uZøŠym÷rr&ur #n<Î) ÏdQé& #ÓyqãB ÷br& ÏmÏèÅÊör& ( #sŒÎ*sù ÏMøÿÅz Ïmøn=tã ÏmŠÉ)ø9r'sù Îû ÉdOuŠø9$# Ÿwur Îû$sƒrB Ÿwur þÎTtøtrB ( $¯RÎ) çnrŠ!#u Å7øs9Î) çnqè=Ïæ%y`ur šÆÏB šúüÎ=yößJø9$# ÇÐÈ
Demikianlah Kami wahyukan kepada ibu Musa: “Susuilah (anakmu), tapi kalau kau takut kepadanya, lemparkanlah ia ke dalam sungai; janganlah kau merasa takut dan jangan bersedih; Kami akan mengembalikannya kepadamu dan akan Kami jadikan dia salah seorang Rasul”. (QS al-Qashash [28]: 7)
yxt7ô¹r&ur ߊ#xsèù ÏdQé& 4yqãB %¸ñ̍»sù ( bÎ) ôNyŠ$Ÿ2 Ïö7çFs9 ¾ÏmÎ/ Iwöqs9 br& $oYôÜt/§ 4n?tã $ygÎ6ù=s% šcqä3tGÏ9 z`ÏB šúüÏZÏB÷sßJø9$#
Dan menjadi kosonglah hati ibu Musa. Sesungguhnya hampir saja ia menyatakan rahasia tentang Musa, seandainya tidak kami teguhkan hati- nya, supaya ia termasuk orang-orang yang percaya (kepada janji Allah). Setelah ibu Musa menghanyutkan Musa di sungai Nil, Maka timbullah penyesalan dan kesangsian hatinya lantaran kekhawatiran atas keselamatan Musa bahkan hampir-hampir ia berteriak meminta tolong kepada orang untuk mengambil anaknya itu kembali, yang akan mengakibatkan terbukanya rahasia bahwa Musa adalah anaknya sendiri. (Ayat 10)
çm»tR÷ŠyŠtsù #n<Î) ¾ÏmÏiBé& ös1 §s)s? $ygãYøŠtã Ÿwur šctóss? zOn=÷ètGÏ9ur žcr& yôãur «!$# ?Yym £`Å3»s9ur öNèduŽsYò2r& Ÿw šcqßJn=ôètƒ ÇÊÌÈ
Maka kami kembalikan Musa kepada ibunya, supaya senang hatinya dan tidak berduka cita dan supaya ia mengetahui bahwa janji Allah itu adalah benar, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya. (Ayat 13)

Alur mendebarkan hati sepuluh ayat al-Qashash:
Ayat
Konsep
Muatan
4
Penindasan Firaun
Firaun dan tentaranya merusak, memburu dan menyembelih bayi lelaki
5
Janji Allah 1
Bakal muncul pemimpin kuat dari kaum tertindas
6
Janji Allah 2
Pemimpin kuat yang melawan Firaun dan Haman
7
Wahyu pada ibunda Musa
Memuat 2 berita, 2 perintah, 2 larangan dan 2 penggembiraan
8
Bayi di istana
Musa dipungut keluarga Firaun
9
Peran permaisuri
Permaisuri jatuh-hati pada bayi Musa
10
Respons ibunda
Rasa kosong-hati, hampir-hampir buka rahasia
11
Perintah ibunda
Kakak-perempuan ikuti bayi Musa tanpa diketahui orang lain
12
Bayi Musa
Enggan menyusu siapapun, lantas ditunjukkan pemelihara yang tepat
13
Benarnya janji Allah
Bayi Musa kembali pada ibundanya, sungguh janji Allah itu benar
         
 Bahwa Allah selalu menyertai wali-Nya bahkan semenjak awal hidupnya dengan menyelamatkannya dari segala bahaya. Namun ujian-cobaan juga diberlakukan kepadanya guna mengasah jiwa, menguatkan iman, meninggikan derajat dan kedudukannya di sisi Allah. Inilah agaknya episode terbaik dalam hidup panjang ibunda Nabi Musa dengan peran sebagai ibu bertanggung-jawab. Bagaimanakah dengan episode terbaik hidup kita dan peran apakah yang kita jalankan? Kapan hal itu terjadi? Bagaimana menyiapkan-mengelolanya agar sukses?


Sabtu menjadi Monyet
Pelengkap Ringkas QS al-A’raf [7]: 163-168

Konteks: Sebuah desa di pesisir pantai dihuni kaum Bani Israil. Setiap Sabtu mereka beribadah, dilarang menangkap ikan, sedang di hari lainnya bebas. Anehnya ikan pada hari Sabtu banyak bahkan mengapung di permukaan sedang pada hari lainnya sepi. Setan menggoda dan mencarikan mereka kiat kilah agar bisa dapatkan ikan tanpa melanggar aturan Tuhan itu. Tentu mereka jadi pelanggar batas. Para da’i-salih memperingatkan mereka, namun hal itu ditegur oleh mayoritas-diam karena barangsiapa fasik pasti akan dapat azab Allah. Da’i-salih menjawab bahwa akan tetap menasihati agar mereka bertakwa juga untuk menggugurkan kewajibannya selaku da’i. Demikianlah setelah terlupa maka azab Allah menimpa para orang fasik. Sikap sombong melanggar aturan berbuah kutukan sehingga jadilah para fasik itu monyet. Sementara para da’i-salih diselamatkan.
Alur enam ayat Sabtu Monyet:
Ayat
Konsep
Muatan
Redaksi Ayat
163
Kisah Bani Israil
Pelanggaran terhadap aturan karena hari Sabtu menangkapi ikan
Dan tanyakanlah kepada Bani Israil tentang negeri yang terletak di dekat laut ketika mereka melanggar aturan pada hari Sabtu[579], di waktu datang kepada mereka ikan-ikan (yang berada di sekitar) mereka terapung-apung di permukaan air, dan di hari-hari yang bukan Sabtu, ikan-ikan itu tidak datang kepada mereka. Demikianlah kami mencoba mereka disebabkan mereka berlaku fasik. Yaitu kota Eliah yang terletak di pantai Laut Merah antara kota Mad-yan dan bukit Thur. Menurut aturan itu mereka tidak boleh bekerja pada hari Sabtu, Karena hari Sabtu itu dikhususkan hanya untuk beribadat.
164
Dialog mayoritas-diam dan dai-salih
Mayoritas-diam menyalahkan dai-salih yang sampaikan teguran
Dan (Ingatlah) ketika suatu umat di antara mereka berkata: "Mengapa kamu menasehati kaum yang Allah akan membinasakan mereka atau mengazab mereka dengan azab yang amat keras?" Mereka menjawab: "Agar kami mempunyai alasan (pelepas tanggung jawab) kepada Tuhanmu, dan supaya mereka bertakwa.”
165
Saat azab tiba
Penyelamatan para dai-salih dan penimpaan azab para fasik
Maka tatkala mereka melupakan apa yang diperingatkan kepada mereka, kami selamatkan orang-orang yang melarang dari perbuatan jahat dan kami timpakan kepada orang-orang yang zalim siksaan yang keras, disebabkan mereka selalu berbuat fasik.
166
Kutukan Tuhan
Melanggar aturan dikutuk menjadi monyet
Maka tatkala mereka bersikap sombong terhadap apa yang dilarang mereka mengerjakannya, kami katakan kepadanya: "Jadilah kamu kera yang hina
167
Ancaman selanjutnya
Hingga kiamat terus dikirim orang-orang penimpa azab dari Tuhan
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu memberitahukan, bahwa sesungguhnya dia akan mengirim kepada mereka (orang-orang Yahudi) sampai hari kiamat orang-orang yang akan menimpakan kepada mereka azab yang seburuk-buruknya. Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksa-Nya, dan Sesungguhnya dia adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
168
Penggolongan mereka
Golongan salih dan tidak salih, semua diuji bencana dan anugerah agar lurus
Dan kami bagi-bagi mereka di dunia Ini menjadi beberapa golongan; di antaranya ada orang-orang yang saleh dan di antaranya ada yang tidak demikian. dan kami coba mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk, agar mereka kembali (kepada kebenaran).
$£Jn=sù (#qÝ¡nS $tB (#rãÅe2èŒ ÿ¾ÏmÎ/ $uZøŠpgUr& tûïÏ%©!$# šcöqpk÷]tƒ Ç`tã Ïäþq¡9$# $tRõs{r&ur šúïÏ%©!$# (#qßJn=sß ¥>#xyèÎ/ ¤§ŠÏ«t/ $yJÎ/ (#qçR%x. šcqà)Ý¡øÿtƒ ÇÊÏÎÈ $£Jn=sù (#öqtGtã `tã $¨B (#qåkçX çm÷Ztã $uZù=è% öNçlm; (#qçRqä. ¸oyŠtÏ% šúüÏ«Å¡»yz ÇÊÏÏÈ
Maka tatkala mereka melupakan apa yang diperingatkan kepada mereka, kami selamatkan orang-orang yang melarang dari perbuatan jahat dan kami timpakan kepada orang-orang yang zalim siksaan yang keras, disebabkan mereka selalu berbuat fasik.  Maka tatkala mereka bersikap sombong terhadap apa yang dilarang mereka mengerjakannya, kami katakan kepadanya: "Jadilah kamu kera yang hina”. Sebagian ahli tafsir memandang bahwa Ini sebagai suatu perumpamaan , artinya hati mereka menyerupai hati kera, Karena sama-sama tidak menerima nasehat dan peringatan. pendapat Jumhur mufassir ialah mereka betul-betul beubah menjadi kera, Hanya tidak beranak, tidak makan dan minum, dan hidup tidak lebih dari tiga hari.

Pelajaran-hikmah:
1.          Hari Sabtu hari ibadah, berhenti dan memutus diri dari pekerjaan rutinnya. Itu aturan Tuhan pada Bani Israil, termasuk larangan pada hari Sabtu menangkap ikan. Siapa taat dialah hamba-Nya yang benar.
2.          Ada tiga golongan: (i) golongan fasik pelanggar aturan, (ii) golongan dai-salih, dan (iii) golongan mayoritas-diam. Orang fasik diazab, dai-salih diselamatkan. Entah golongan mayoritas-diam tidak jelas perlakuannya. Mufasir menyebut mereka itu tidak penting maka sudah sepantasnya diabaikan juga.
3.          Golongan dai-salih diselamatkan karena mereka nyata-nyata sudah dan selalu berdakwah. Soal hidayah dan hasil dakwahnya itu urusan Tuhan, namun peran dai memang menyampaikan-menegur-menasihati.

Sang Mukmin dari Keluarga Firaun
Pelengkap Tafsir QS Ghafir/al-Mukmin [40]: 23-46

Sang mukmin ini misterius tanpa keterangan jelas. Ia bangsawan dari keluarga Firaun, ada yang menyebutnya saudara sepupu Firaun. Namun ia masih merahasiakan keimanannya karena takut kepada Firaun atas keselamatan dirinya, kecuali setelah Allah mengunggulkan Musa atas para ahli sihirnya. Itu pulalah akhir hidupnya yang dieksekusi Firaun bersama ahli sihir. Isterinya Masyithah putri Firaun yang juga mukminah  dieksekusi Firaun bersama anaknya. Ada yang menyebut nama sang mukmin adalah Syam’an, Khair, Habrak, Syam’un, Hubaib tapi kebanyakan menyebutnya Hazfil.

Terdapat lima episode dalam alur kisah sang mukmin ini:
1.     Firaun memperdaya dan ingin membunuh Nabi Musa (ayat 23-27)
26.  Dan Berkata Fir'aun (kepada pembesar-pembesarnya): "Biarkanlah Aku membunuh Musa dan hendaklah ia memohon kepada Tuhannya, Karena Sesungguhnya Aku khawatir dia akan menukar agamamu atau menimbulkan kerusakan di muka bumi".
2.                   Tampilnya sang mukmin pembela Nabi Musa AS (ayat 28-35)
tA$s%ur ×@ã_u Ö`ÏB÷sB ô`ÏiB ÉA#uä šcöqtãöÏù ÞOçFõ3tƒ ÿ¼çmuZ»yJƒÎ) tbqè=çFø)s?r& ¸xã_u br& tAqà)tƒ }În1u ª!$# ôs%ur Mä.uä!%y` ÏM»uZÉit7ø9$$Î/ `ÏB öNä3În/§ ( bÎ)ur à7tƒ $\/É»Ÿ2 Ïmøn=yèsù ¼çmç/Éx. ( bÎ)ur à7tƒ $]%ÏŠ$|¹ Nä3ö6ÅÁムâÙ÷èt/ Ï%©!$# öNä.ßÏètƒ ( ¨bÎ) ©!$# Ÿw Ïöku ô`tB uqèd Ô$ÎŽô£ãB Ò>#¤x. ÇËÑÈ
28.  Dan seorang laki-laki yang beriman di antara pengikut-pengikut Fir'aun yang menyembunyikan imannya berkata: "Apakah kamu akan membunuh seorang laki-laki Karena dia menyatakan: "Tuhanku ialah Allah padahal dia Telah datang kepadamu dengan membawa keterangan-keterangan dari Tuhanmu. dan jika ia seorang pendusta Maka dialah yang menanggung (dosa) dustanya itu; dan jika ia seorang yang benar niscaya sebagian (bencana) yang diancamkannya kepadamu akan menimpamu". Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang melampaui batas lagi pendusta.
3.     Firaun mengalihkan perhatian massa dari sang mukmin (ayat 36-37)
36.  Dan berkatalah Fir'aun: "Hai Haman, buatkanlah bagiku sebuah bangunan yang Tinggi supaya Aku sampai ke pintu-pintu,
4.     Sang mukmin menyeru masyarakat untuk mengikutinya (ayat 38-43)
ÓÍ_tRqããôs? tàÿò2L{ «!$$Î/ x8ÎŽõ°é&ur ¾ÏmÎ/ $tB }§øŠs9 Í< ¾ÏmÎ/ ÖNù=Ïæ O$tRr&ur öNà2qãã÷Šr& n<Î) ̓Íyèø9$# ̍»¤ÿtóø9$# ÇÍËÈ
42.  (Kenapa) kamu menyeruku supaya kafir kepada Allah dan mempersekutukan-Nya dengan apa yang tidak kuketahui padahal Aku menyeru kamu (beriman) kepada yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun?
5.     Sang mukmin tinggalkan masyarakat dan serahkan urusan kepada Allah (ayat 44-46)
šcrãä.õtF|¡sù !$tB ãAqè%r& öNà6s9 4 ÞÚÈhqsùé&ur ü̍øBr& n<Î) «!$# 4 žcÎ) ©!$# 7ŽÅÁt/ ÏŠ$t6Ïèø9$$Î/ ÇÍÍÈ
44.  Kelak kamu akan ingat kepada apa yang kukatakan kepada kamu. dan Aku menyerahkan urusanku kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha melihat akan hamba-hamba-Nya".

Hikmah-pelajaran :
1.     Tiran dan rezim arogan selalu menggunakan segala cara tidak etis, tidak manusiawi dalam menghadapi kebenaran dan pembelanya. Bahkan bisa atas nama agama, keyakinan, konstitusi menuduh pembela kebenaran sebagai pembuat onar, antikemapanan. Tiran selalu mengajak rakyat tidak gunakan akal pikiran dan biasa mengalihkan perhatian masyarakat dengan kesibukan periferal, sampingan, sekunder.
2.     Merahasiakan keyakinan dibolehkan guna kemaslahatan dakwah seperti juga sirriyah pada awal mula Islam. Pendakwah, dai perlu jujur, lugas, berani namun dengan cara jitu dan hujjah kuat serta logika sehat dalam melawan kebatilan, kekufuran, kezaliman dan penindasan tirani. Pertarungan kebenaran-kebatilan tanpa batas waktu dan tempat dengan dimensi panjang. Pembela kebatilan kalah dunia-akhirat dan pembela kebenaran menang dunia-akhirat bahkan nikmat alam kubur, kemuliaan di hari perhitungan serta kenikmatan abadi dalam surga-Nya,


Thalut Sang Pemimpin Darurat
Pelengkap Tafsir QS al-Baqarah 246-252

Konteks : Bani Israil diusir dan anak-anak mereka ditawan musuh. Para pemuka lantas minta kepada Nabi untuk memilihkan pemimpin guna berperang. Benarkah mereka mau berperang? Kecuali sedikit sekali. Saat Thalut dipilih Nabi sebagai pemimpin, mereka kecewa karena dia miskin. Saat tabut warisan Musa-Harun dikembalikan mereka biasa saja. Saat Thalut memimpin pasukan berperang banyak yang tidak menaatinya. Tetapi yang sedikit pasukan taat mampu kalahkan yang banyak. Daud pun bisa membunuh Jalut (Gholiat). Daud juga meneruskan kepemimpinan Thalut. Demikianlah ayat dari Tuhan Allah.
Alur kisah tujuh ayat Thalut Sang Pemimpin Darurat ini:
Ayat
Konsep
Muatan
Redaksi Ayat
246
Permohonan Bani Israil
Pemuka minta pemimpin guna berperang
Apakah kamu tidak memperhatikan pemuka-pemuka Bani Israil sesudah nabi Musa, yaitu ketika mereka Berkata kepada seorang nabi mereka: "Angkatlah untuk kami seorang raja supaya kami berperang (di bawah pimpinannya) di jalan Allah". nabi mereka menjawab: "Mungkin sekali jika kamu nanti diwajibkan berperang, kamu tidak akan berperang". mereka menjawab: "Mengapa kami tidak mau berperang di jalan Allah, padahal Sesungguhnya kami Telah diusir dari anak-anak kami?" Maka tatkala perang itu diwajibkan atas mereka, merekapun berpaling, kecuali beberapa saja di antara mereka. dan Allah Maha mengetahui siapa orang-orang yang zalim.
247
Jawaban Nabi
Thalut pemimpin perang
Nabi mereka mengatakan kepada mereka: "Sesungguhnya Allah Telah mengangkat Thalut menjadi rajamu." mereka menjawab: "Bagaimana Thalut memerintah kami, padahal kami lebih berhak mengendalikan pemerintahan daripadanya, sedang diapun tidak diberi kekayaan yang cukup banyak?" nabi (mereka) berkata: "Sesungguhnya Allah Telah memilih rajamu dan menganugerahinya ilmu yang luas dan tubuh yang perkasa." Allah memberikan pemerintahan kepada siapa yang dikehendaki-Nya. dan Allah Maha luas pemberian-Nya lagi Maha Mengetahui.
248
Penguatan Nabi
Tabut pusaka Musa-Harun kembali
Dan nabi mereka mengatakan kepada mereka: "Sesungguhnya tanda ia akan menjadi raja, ialah kembalinya tabut kepadamu, di dalamnya terdapat ketenangan dari Tuhanmu dan sisa dari peninggalan keluarga Musa dan keluarga Harun; tabut itu dibawa malaikat. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda bagimu, jika kamu orang yang beriman.
249
Kepemimpinan Thalut
Menguji pasukan. Golongan sedikit terus berperang
Maka tatkala Thalut keluar membawa tentaranya, ia berkata: "Sesungguhnya Allah akan menguji kamu dengan suatu sungai. Maka siapa di antara kamu meminum airnya; bukanlah ia pengikutku. dan barangsiapa tiada meminumnya, kecuali menceduk seceduk tangan, Maka dia adalah pengikutku." Kemudian mereka meminumnya kecuali beberapa orang di antara mereka. Maka tatkala Thalut dan orang-orang yang beriman bersama dia Telah menyeberangi sungai itu, orang-orang yang Telah minum berkata: "Tak ada kesanggupan kami pada hari Ini untuk melawan Jalut dan tentaranya." orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah, berkata: "Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. dan Allah beserta orang-orang yang sabar."
250
Doa Sebelum Perang
Sabar, iman, pendirian
Tatkala Jalut dan tentaranya Telah nampak oleh mereka, merekapun (Thalut dan tentaranya) berdoa: "Ya Tuhan kami, tuangkanlah kesabaran atas diri kami, dan kokohkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir."
251
Kemenangan Perang
Menang, Daud bunuh Jalut. Daud penerus Thalut
Mereka (tentara Thalut) mengalahkan tentara Jalut dengan izin Allah dan (dalam peperangan itu) Daud membunuh Jalut, Kemudian Allah memberikan kepadanya (Daud) pemerintahan dan hikmah (sesudah meninggalnya Thalut) dan mengajarkan kepadanya apa yang dikehendaki-Nya. seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebahagian umat manusia dengan sebagian yang lain, pasti rusaklah bumi ini. tetapi Allah mempunyai karunia (dicurahkan) atas semesta alam
252
Penguatan Tuhan
Ayat Allah itu benar
Itu adalah ayat-ayat dari Allah, kami bacakan kepadamu dengan hak (benar) dan Sesungguhnya kamu benar-benar salah seorang di antara nabi-nabi yang diutus.

NèdqãBtygsù ÂcøŒÎ*Î/ «!$# Ÿ@tFs%ur ߊ¼ãr#yŠ šVqä9%y` çm9s?#uäur ª!$# šù=ßJø9$# spyJò6Ïtø:$#ur ¼çmyJ¯=tãur $£JÏB âä!$t±o 3 Ÿwöqs9ur ßìøùyŠ «!$# }¨$¨Y9$# OßgŸÒ÷èt/ <Ù÷èt7Î/ ÏNy|¡xÿ©9 ÙßöF{$# £`Å6»s9ur ©!$# rèŒ @@ôÒsù n?tã šúüÏJn=»yèø9$#
Hikmah-pelajaran dari kisah Thalut :
·         Pintar berbicara belum tentu bersedia taat, justru kecenderungannya guna menutupi tak-taatnya
·         Pemimpin pilihan Nabi Allah tentu benar, namun di mata manusia, mungkin diragukan
·         Kepemimpinan tegak dari penguatan keyakinan, dari mukjizat, dari leadership skill and moral
·         Ikhtiar dilakukan maksimal dan doa dipanjatkan penuh harapan-keyakinan, hasil wewenang-Nya

Kisah-kisah dalam al-Quran

Sungguh tidak sedikit kisah yang diinformasikan al-Quran, ada yang sekilas dan ada yang rinci-lengkap. Kisah itu ada yang terjadi dahulu namun ada pula yang akan terjadi kelak. Kisah-kisah itu relatif mudah diingat dan diambil sebagai pelajaran hidup. Ya kisah-cerita memang bisa edukatif. Bahkan tidak ayal ada yang menumbuhkan pemikiran, menginspirasi hingga juga mampu meneguhkan hati-pendirian. Kisah-kisah dalam al-Quran pastilah benar, penuh kebenaran. Semua itu meskipun seolah mustahil serta sulit dinalar namun sesungguhnya terjadi menurut pengetahuan, kehendak serta takdir Allah SWT. Oleh karena itu kisah-kisah tersebut penting dipahami, dingen-ngen, direnungkan guna diambil hikmahnya.
Kisah dari kata al-qashshu berati ‘mengikuti-jejak’. Kalau ada kalimat qashashtu atsarahu maka maknanya ‘saya mengikuti jejaknya’. Semua kisah dalam al-Quran ini berkategori ‘berita ghaib’, baik menyangkut masa lalu (terdahulu: Adam, iblis, Nuh, Tsamud, dll.), juga masa kini (sekarang: malaikat, jin, setan), serta masa depan (Kiamat, Dajjal, Ya’juj, al-Masih, dll.)
Kisah orang-orang terdahulu? Ya, itu termasuk hal ghaib di masa lalu. Kita jelas tidak hadir di tengah cerita dan mereka yang diceritakan, tiada mengetahui mereka itu kecuali Allah SWT. Oleh karena itu janganlah bertanya kepada Ahli Kitab, jangan ikuti apa yang kita tidak mengetahui, dan jika datang berita dari orang-orang maka periksalah benar-tidaknya.
Kata qashash ‘kisah’ dalam al-Quran disebut 4 kali (QS al-Kahfi: 64 juga al-Qshash: 11, Ali Imran: 62 serta al-Qashash 25). Ia merupakan kisah yang benar (al-Kahfi:13), bahkan juga merupakan kisah yang terbaik (Yusuf:3). Allah telah menceritakan kisah orang-orang terdahulu (Thaha:99), oleh karena itu maka ceritakanlah kisah-kisah itu (al-A’raaf: 175-177), agar mereka berpikir (Saba’:46). Dengan cerita-kisah itu Kami dapat meneguhkan hatimu (Huud: 120) serta pelajaran bagi orang yang berakal (Yusuf: 111). Sungguh tidak sedikit kisah yang diinformasikan al-Quran dan semua itu adalah benar. Tinggal bagaimana kita memahami, bagaimana kita mengambil hikmah-pelajaran dari kisah tersebut. Berapa kisah yang pernah kita ketahui dan berapa pula di antaranya yang bisa kita ambil hikmahnya?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar